Lokakarya Pembentukan AAI

Lokakarya Pembentukan AAI

Diskusikan Dampak Covid-19 pada Rantai Pasok Pertanian dan Pangan, Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI) Bersama Departemen Agribisnis IPB Gelar Webinar

WhatsApp Image 2020-05-28 at 11.58.21 AM

Dampak pandemi Virus Corona (Covid-19) tak hanya berhenti pada masalah kesehatan masyarakat, namun juga telah mengancam rantai pasok pertanian dan pangan dalam rangka menjaga keamanan pangan. Kondisi tersebut telah mendorong Departemen Agribisnis IPB yang bekerja sama dengan Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI) untuk menggelar Web-Seminar Agribusiness Strategic Talk dengan topik “Covid -19 : Implication For Agriculture And Food Supply Chains

Web-Seminar yang berlangsung pada Selasa (12/05/20) tersebut menampilkan 2 narasumber utama yaitu : Dr Ammar Abdul Aziz (Dosen Senior Agribisnis, The University of Queensland-Australia) dan Dr. Risti Permani (Dosen Senior Agribisnis, Deakin University-Australia) yang dimoderatori oleh Dr Suprehatin (Dosen Agribisnis, IPB University). Web-Seminar melalui aplikasi zoom meeting ini diikuti antusias oleh mahasiswa, para akademisi dari berbagai universitas/daerah maupun instansi dari pemerintah.

Dalam pembukaannya, Prof. Nunung Nuryartono sebagai Dekan FEM IPB University menjelaskan bahwa adanya kebijakan lock down untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 ini, telah mengakibatkan banyak negara mengalami gangguan pada sisi rantai pasok komoditas pertanian dan pangan. “FAO telah memperingkatkan semua negara mengenai adanya ancaman krisis pangan di masa mendatang dan berharap semua negara mempersiapkan diri guna menghadapi ancaman tersebut” Ungkapnya.

Sebagai pemateri pertama, Dr. Risti Permani memaparkan mengenai dampak yang diakibatkan Covid-19 telah dirasakan oleh seluruh pelaku rantai pasok pertanian, mulai dari supplier, produsen, pengolah hasil, distributor, retailer hingga konsumen. “Pada segmen konsumen dan retailer, dalam jangka pendek menyebabkan panic buying oleh konsumen, pada segmen distributor, tantangan logistic pada keterbatasan angkutan dan batasan mobilitas, pada segmen pengolah hasil, adanya kesulitan atas input bahan baku dan pada segmen produksi, terjadi kekurangan tenaga kerja dan input di lahan”, paparnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Dr Ammar Abdul Aziz menjelaskan bahwa Covid-19 telah berdampak pada semua orang, terutama yang rentan adalah petani kecil dan komunitas kecil terhadap ketersediaan, aksesibilitas dan keterjangkauan. “Penggunaan teknologi informasi komunikasi dan e-commerce; bantuan pemerintah atau subsidi; kemitraan partisipatif baik pemerintah maupun swasta dan Community Supported Agriculture (CSA) dengan membawa komunitas dan produsen kecil bersama, produksi berkelanjutan, membagi risiko produksi, distribusi yang terstruktur dan terjadwal menjadi langkah untuk mengatasi masalah tersebut.” Jelasnya.

Asosiasi Agribisnis Indonesia Gelar Webinar Bahas Disrupsi Corona dan Agribisnis Daerah

AAI Agribisnis di Daerah

Wabah pandemi Corona hingga kini telah berpengaruh pada semua sisi ekonomi. Agribisnis adalah salah satu yang terkena dampak pandemi ini. Sebenarnya bukan virus corona yang langsung memberikan dampaknya pada agribisnis, melainkan kebijakan-kebijakan turunan yang dihasilkan guna mengurangi penyebaran virus ini.  Di berbagai daerah, kemampuan agribisnis tentu perlu untuk dibahas mengenai kondisi saat ini dan upaya-upaya lanjutan yang perlu dilakukan jika pandemi ini telah usai. Kondisi tersebut telah mendorong Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI) untuk menggelar Web-Seminar bertajuk “Disrupsi Corona dan Agribisnis Daerah”

Web-Seminar yang berlangsung pada Selasa (20/05/20) tersebut menampilkan 3 narasumber utama yaitu : Ir. Glenn Pardede, MBA, Managing Director PT East West Seeds Indonesia, Dr. M. Hatta Jamil (Wakil Dekan Fakultas Pertaniasn Universitas Hasanudin Makassar) dan Dr. Hanung Ismono (Dosen Agribisnis, Universitas Lampung) yang dimoderatori oleh Utami Kartika Putri (Pemimpin Redaksi Majalah Trubus). Web-Seminar melalui aplikasi zoom meeting ini diikuti antusias oleh mahasiswa, para akademisi dari berbagai universitas/daerah maupun instansi dari pemerintah.

Dalam pembukaannya, Dr. Bayu Krisnamurthi sebagai Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Indonesia menjelaskan bahwa di tengah pandemi sektor agribisnis menjadi sektor yang menjadi korban sekaligus pahlawan. Sebagai korban karena beberapa komoditas agribisnis mengalami jumlah permintaan yang menurun dan  pemberhentian tenaga kerja. Sedangkan sebagai pahlawan yaitu karena agribisnis merupakan sektor yang berperan dalam penyediaan pangan, dilihat dari adanya petani yang masih bisa berproduksi dan penjual masih bisa berdagang di tengah kondisi pandemi ini

Sebagai pemateri pertama, Ir. Glenn Pardede, MBA menjelaskan bahwa pada sektor benih, dampak yang dirasakan ditengah pandemi ini tidak terlalu signifikan dimana produksi benih masih berjalan normal, masih dilakukan interaksi langsung antara petugas dan petani, namun ada perubahan kebiasaan dalam proses produksi seperti memakai masker dan menjaga jarak dan ada kekhawatiran jika ada pendatang baru. Sedangkan pada petani sayuran terdapat perubahan yaitu mulai menanam lebih dari satu komoditas, semakin aktif di online, petani mulai menjual langsung ke pengecer dan ke pasar lokal, serta semakin banyaknya pekerja baru menjadi petani.

Sementara itu, pemateri kedua, Dr. M. Hatta Jamil memaparkan bahwa Covid-19 telah berdampak pada seluruh sub-sistem agribisnis mulai dari subsistem hulu agribisnis, subsistem on-farm agribisnis, subsistem pemasaran agribisnis dan subsistem pendukung/kebijakan agribisnis. “ Dengan kondisi saat ini dibutuhkan sistem  Agribisnis yang diharapkan mampu mengembangkan agribisnis yang terintegrasi dan holistik melalui pengembangan  korporasi.” Tambahnya. Dia juga menjelaskan bahwa organisasi Profesi “AAI” harus mengambil peran nyata melakukan studi kemungkinan pengembangan agribisnis di daerah dalam bentuk korporasi atau perseroan terbatas yang professional, mengadvokasi pemerintah daerah dan membangun kerjasama dan berkolaborasi dengan pelaku agribinis di daerah.

Dr. Hanung Ismono sebagai pemateri terakhir mengungkapkan bahwa penerapan sistem agribisnis dalam pertanian di berbagai daerah khususnya Provinsi Lampung, belum sepenuhnya dilaksanakan secara utuh. “Banyak pejabat di pusat dan daerah, yang belum sepenuhnya memahami secara utuh tentang sistem agribisnis, karena banyak program pembangunan pertanian yang ditujukan untuk subsistem produksi” Jelasnya. Setelah pemaparan materi, diskusi dan sesi tanya jawab dengar narasumber pun diikuti dengan antusias oleh peserta webinar.

Di akhir webinar, Dr.Bayu Krisnamuthi menyampaikan beberapa poin closing statement khususnya kepada para anggota AAI diantaranya 1) melakukan advokasi dengan pemerintah daerah yaitu rantai pasok bahan pangan harus selalu dibuka 2) membantu petani untuk melaksanakan protokol aman Covid-19 3) menjadi perantara untuk membantu pelaku agribisnis khususnya petani di era digital ini 4) harus dibangun semangat positif serta dikembangkannya kreatifitas untuk menghadapi pandemi ini.

-“D I T U N D A”- KONFERENSI AGRIBISNIS INDONESIA 2020: Masa Depan Agribisnis yang Inklusif dan Berkelanjutan

ditunda

 

Berdasarkan imbauan Mendikbud RI
demi mencegah penyebaran Virus COVID-19
maka pelaksanaan konferensi kami TUNDA

 

 

KONFERENSI AGRIBISNIS INDONESIA 2020
“Masa Depan Agribisnis yang Inklusif dan Berkelanjutan”

Call for Papers and Posters!
Agribisnis Indonesia dan dunia dihadapkan pada tuntutan untuk berkontribusi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs 2030), yang telah melewati batas-batas sosial politik antar Negara sebagai tujuan pembangunan bersama. Di sisi lain, agribisnis menghadapi masalah-masalah akibat perkembangan konversi lahan, kesenjangan pendapatan, keterbatasan tenaga kerja, pengaruh politik jangka pendek, koordinasi pertanian, industry dan jasa dan sebagainya.

Oleh karena itu perlu dilakukan pembahasan dan edukasi publik terkait “Peluang dan Tantangan menuju Agribisnis yang Inklusif dan Berkelanjutan pada tahun 2020 dan Selanjutnya”.

Mari berkontribusi bagi Agribisnis Indonesia melalui Paper dan Poster yang akan dipaparkan dan dipamerkan pada kegiatan KONFERENSI AGRIBISNIS INDONESIA 2020. Kegiatan diawali dengan keynote speech dari para ahli Agribisnis, baik dari dalam maupun luar negeri, parallel session untuk pemaparan paper dan pameran poster sepanjang acara. Dapatkan manfaat dari publikasi ilmiah baik berupa prosiding maupun jurnal ilmiah serta apresiasi untuk outstanding poster.

Link Download
– Logo KAI 2020
– Panduan Kompetisi Poster
– Pedoman Penulisan Naskah Paper
– Template Artikel Konferensi Agribisnis Indonesia 2020

Kesekretariatan
Departemen Agribisnis, FEM IPB
Jl. Kamper, Wing 4 Level 5 Kampus IPB Dramaga
Telp/Faks : 0251-8629654,
Email: kagribisnis@gmail.com

Contact Person
Triana Gita Dewi – 0852 1557 2141
Chairani Putri Pratiwi – 0812 9701 7758

Prosedur pendaftaran